Rabu, 03 Oktober 2012

PANDANGAN UMUM



PANDANGAN  UMUM
LEMBAGA PEMBERDAYAAN POTENSI  EKONOMI RAKYAT 


Ketahanan Pangan merupakan sakah satu pilar Ketahanan Nasional
Bagi Penduduk Propinsi Jawa Barat yang berpenduduk besar, kebutuhan dan kemampuan untuk menyediakan bahan pangan secara mandiri memiliki posisi yang sangat strategis. Pemenuhan kebutuhan pangan bukan hanya sekedar kemampuan untuk memberi makan masyarakatnya dan bukan pula hanya sebatas kemampuan untuk mengimpor bahan pangan. Lebih dari itu pemenuhan kebutuhan pangan merupakan unsur penting dari ketahanan pangan serta kedaulatan pangan nasional yang menjadi penentu harkat dan martabat bangsa.

Ketahanan pangan yang sangat erat kaitannya dengan aspek kemiskinan,  merupakan salah satu isu paling strategis dalam pembangunan suatu negara, terutama bagi negara yang berpenduduk besar seperti Indonesia. Perhatian terhadap peningkatan ketahanan pangan mutlak diperlukan karena terkait erat dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan keamanan yang kesemuanya akan bernuara pada ketahanan nasional.

Terwujudnya ketahanan pangan suatu bangsa sangat ditentukan dengan swa sembada pertanian,dan perikanan. Oleh karena itu sektor pertanian,  peternakan dan perikanan harus direposisi dari sektor penunjang menjadi sektor penentu perekonomian nasional. Konsep atau paradigma pembangunan pertanian yang hanya meningkatkan produksi pertanian tanpa diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani dan peternaknya perlu dikoreksi.

Maka merupakan keharusan untuk merumuskan paradigma baru dalam pembangunan pertanian dan peternakan yang diarahkan selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, juga  sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan nasional. Pardigma baru yang  paling tepat untuk dikembangkan adalah pendekatan agroculture

Karena itu pula kebijakan dasar dan program dasar LEMPPER  harus ditujukan  untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak yang sekaligus meningkatkan ketahanan pangan. Tidak ada ketahanan pangan tanpa kesejahteraan petani dan peternak dan sebalikjnya tidak ada kesejahteraan petani dan peternak  tanpa ketahanan pangan.  Pembangunan sektor pertanian yang di dalamnya termasuk sektor peternakan dan perikanan yang dikelola dengan baik dan bijak selain dapat meningkatkan pendapatan penduduk secara lebih merata dan berkelanjutan juga  pada ahirnya dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Oleh karena itu LEMPPER   sebagai  organisasi yang beranggotakan masyarakat petani dan peternak perlu menampung dan menghimpun berbagai aspirasi dari petani dan peternak yang ditindaklanjuti dengan mengembangkan kebijakan dan program dasarnya sebagai pedoman kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang

Kemiskinan dan ketahanan pangan
Kemiskinan memiliki  makna dan dimensi yang luas, namun yang paling utama adalah ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar pangan bagi kehidupan yang layak, sehingga pemenuhan kebutuhan pangan merupakan salah satu langkah strategis yang  diprogramkan LEMPPER .

Dengan demikian,  penguatan ketahan pangan harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Pengembangan agriculture menuntut berbagai perubahan orientasi di sektor pertanian dan peternakan ;.
1.       Produksi sektor pertanian dan peternakan harus lebih berorientasi kepada permintaan pasar, tidak saja pasar lokal  tapi juga pasar global
2.       Pola pertanian dan peternakan harus mengalami transformasi dari sistem pertanian dan peternakan tradisonal konvensional yang berskala kecil dan bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi usaha tani ternak dalam skala yang lebih luas dan bernilai ekonomis.

Dengan melihat kondisi pertanian dan peternakan masa lalu, masa krisis dan pasca krisis serta kecendrungan dan arah perubahan lingkungan strategis, maka saatnya sekarang untuk membahas fungsi dan peran LEMPPER  pada masa yang akan datang.

Dalam rangka mengisi kekurangan, memperbaiki kelemahan dan mengakselerasi pembangunan pertanian melalui paradigma pengembangan agribculture, maka LEMPPER  perlu merumuskan program / kegiatan yang terarah  pada berbagai upaya upaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Langkah-langkah nyata
Berbagai langkah nyata akan dilakukan oleh LEMPPER  dalam rangka mewujudkan sikap politiknya untuk membela dan mensejahterakan petani dan peternak serta meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai pelaksanaan amanat  visi, dan misi LEMPPER  sebagai mana tercantum dalam Anggaran Dasar, Anggran Rumah Tangga dan Program umum.

Langkah nyata yang dimaksudkan antara lain:

  1. Melakukan konsolidasi dan penataan organisasi di tingkat pusat dan daerah untuk menguatkan organisasi. Sebagai organisasi baru yang menghimpun petani dan peternak di seluruh Indonesia khususnya di Propinsi Jawa Barat perlu diawali dengan  penataan anggota dan pengurusnya. Karena penguatan organisasi menjadi kebijakan awal

  1. Merumuskan, memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi petani dan peternak  melalui berbagai forum pertemuan baik yang berskala lokal, regional, nasional maupun internasional tentang arti penting pertanian dan peternakan serta masyarakat petani dan peternak itu sendiri dalam kontribusinya bagi pembangunan nasional dan peningkatan martabat bangsa Indonesia di dunia Internasional.

  1. Berupaya meyakinkan pemerintah agar kebijakan kebijakan yang menyangkut anggaran pembelanjaan pembangunan betul-betul dijadikan sebagai kebijakan yang memberikan bobot yang lebih besar terhadap pembangunan sector riil yang terkait dengan percepatan  pertumbuhan pertanian dan peternakan. Kebijakan kebijakan di sector investasi dan pajak agar mampu merangsang dunia usaha yang bergerak dalam sektor pertanian dan peternakan

  1. Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat petani dan peternak, baik yang menyangkut aspek teknis, bisnis,  maupun politik.. Masyarakat petani dan peternak Indonesia sudah saatnya untuk masuk dan terlibat dalam bisnis dan politik, tidak semata-mata bergelut dengan aspek teknis bertani. Fakta lapangan banyak yang memperlihatkan bahwa, petani dan peternak kita sudah cukup menguasai aspek teknis berusahatani, tetapi mereka tidak bisa maju karena belum mampu bersaing dalam praktek bisnis pertanian dan tidak berdaya dalam memperjuangkan nasibnya secara  politis

  1. Melakukan advokasi dan pembelaan petani dan peternak. Hal ini dilakukan karena ketidakmampuan bersaing dan ketidakmandirian masyarakat petani dan peternak, sebagai akibat kondisi struktural bangsa yang tidak dan atau belum memihak kepada petani dan peternak. Hal ini tercermin dari lemahnya pembangunan infrastruktur untuk pertanian, lemahnya perlindungan hukum bagi petani dan peternak, alih fungsi lahan ke sektor non pertanian, membanjirnya produk pertanian impor dan ulitnya melakukan ekspor pertanian

  1. Mendorong kebijakan dan program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang  berorientasi kepada pemberdayaan petani dan peternak khususnya petani dan peternak kecil.  Peranan pemerintah dalam menghasilkan teknologi dan berbagai model kelembagaan agribisnis sangat strategis dalam mendorong pembangunan pertanian dan peternakan. Di masa mendatang, selain program-program penelitian yang dimiliki pemerintah, keterlibatan penelitian oleh pihak swasta, organisasi profesi, LSM dan organisasi petani dan peternak sangat dibutuhkan dan perlu digerakkan secara lebih intensif.

Oleh karena itu LEMPPER  akan berupaya menginisiasi dan mengusulkan  agar berbagai lembaga penelitian non-pemerintah tersebut melakukan penelitian dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani dan peternak

  1. Selain itu LEMPPER  dituntut mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam pengambilan kebijakan, khususnya dalam pembangunan pertanian. Walaupun LEMPPER  bukan merupakan organisasi politik dan atau  kekuatan politik, tetapi LEMPPER  harus memiliki sikap politik yang tegas dan berpihak pada petani dan peternak.  Oleh karena itu tidak boleh ada keragu-raguan dan bukan pula langkah yang salah jika LEMPPER  mengambil sikap politik memihak dan membela kepentingan petani dan peternak 

Agribisnis dan agriculture
Pengalaman historis dan fakta empiris menunjukkan bahwa agribisnis yang seharusnya berkeadilan  dan memihak kepada kepentingan petani dan peternak serta  merupakan wahana pendekatan yang tepat bagi pembangunan pertanian Indonesia ke depan, tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya malah memihak kepada kepentingan segelintir pelaku agribisnis.yang cenderung memandang petani sebagai objek ambisi dan dominasi mereka.

Dalam pembangunan agribisnis, tidak lagi berpihak kepada pengembangan unit-unit usaha fisik yang dike;o;a o;eh petani dan peternak,  tetapilebih mementingkan pada  unit-unit usaha yangtelah berkembang yang dipandang sebagai bagian dari keberlangsungan sistem agribisnis.

Oleh karena itu program LEMPPER  akan diarahkan untuk membantu, mendorong  dan mengembangkan bisnis petani dan peternak yang berorientasi pada agriculture,  baik dalam bentuk usaha kelompok tani ternak, koperasi petani dan peternak,  Dengan kala lain, berbagai fungsi atau usaha walau bersifat belum  melembaga perlu diupayakan melalui berbagai program LEMPPER .

Permodalan
Kebutuhan permodalan dalam agriculture akan selalu berlangsung sesuai perkembangan usaha. Program penyediaan modal yang sifatnya langsung berupa bantuan modal saja dapat menyebabkan ketergantungan petani dan peternak terhadap uluran tangan pemerintah.


Oleh karena itu  selain bantuan dari pemerintah, LEMPPER akan memperjuangkan agar fokus program mendatang perlu lebih ditujukan pada pengembangan lembaga keuangan untuk menjadi sumber permodalan bagi usaha-usaha pertanian dan peternakan.  Khusus bagi petani dan peternak sebagai pelaku usaha  perlu diupayakan penyediaan bantuan permodalan dengan prosedur sederhana, suku bunga kondusif serta sistem agunan yang dapat dipenuhi petani dan peternak.
Kemitraan
Sebagian besar dari PDRB, penyerapan tenaga kerja, kesempatan berusaha, dan ekspor daerah disumbang dari sektor pertanian, peternakan dan peikanan . Oleh karena itu, untuk membangun perekonomian daerah  akan sangat ditentukan oleh keberhasilan pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan mempromosikan produk-produk pertanian, peternakan dan peikanan di daerahnya.

Untuk mengembangkan agriculture dengaqn membangun ekonomi suatu daerah,  dengan hanya mengandalkan APBD saja tidak akan pernah cukup.  Anggaran Pemda yang terbatas itu harus digunakan untuk memobilisir partisipasi masyarakat, investasi swasta maupun investasi pemerintah propinsi dan pusat (APBN) ke daerah. Berbeda dengan masa lalu dimana alokasi investasi (swasta, pemerintah) ke daerah lebih ditentukan oleh pemerintah pusat, pada masa otonomi daerah aliran investasi ke daerah lebih ditentukan oleh kemampuan Pemda dalam menarik dan mempromosikan investasi ke daerahnya.

Untuk itu, LEMPPER  akan berupaya mendorong dan bersama Pemda di masing- masing daerah agar lebih pro-aktif untuk mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan alternatif di sektor pertanian dan peternakan

Disamping itu, LEMPPER  akan berupaya untuk melakukan asistensi kepada pemerintah daerah dalam rangka promosi produk-produk agriculture yang menjadi andalan  daerahnya. Sebaliknya pemerintah daerah diharapkan juga menjadikan LEMPPER  sebagai mitra strategis untuk membangun pertanian, peternakan dan peternakan yang merupakan tulang punggung ekonomi daerahnya untuk meningkatkan ketahan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di daerah masing masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar